oleh

Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Ini Kata Ismir!

Sungailiat, Swakarya.Com. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama dan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Muahmmad Irham serta jajaran, mengikuti rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang ke 92 beberapa hari yang lalu.

Rangkaian kegiatan tersebut diselenggrakan oleh DPD KNPI Kabupaten Bangka yang bertemakan “Mewujudkan Semangat Sumpah Pemuda Menyeruakan Rekonsiliasi Nasional”.


Ketua DPD KNPI Kabupaten Bangka Ismir Rachmanddianto menyampaikan pendapatnya terkait maksud dan makna dari tema tersebut yaitu, kepada semua Elit dan semua para pihak diharapkan untuk meyampingkan kepentingan-kepentingan dan perbedaan yang ada, mari kita bersama-sama membangun Indonesia sesuai dengan tag line Indonesia Maju.

Sehingga hal ini dapat di impelementasikan atau di realisasikan secara bersinambungan. Pada Jum’at 30/10/2020.

Baca Juga: Ketum DPP KNPI dan Bomba Group Hadiahi Komputer ke DPD KNPI Se-Babel


“Seperti yang kita ketahui bersama terkait 3 elemen sumpah pemuda, diharapkan adanya kesatuan dan persatuan di dalam semua perbedaan yang ada, kita harus menyikapi perbedaan-perbadaan yang ada untuk mewujudkan tujuan yang sama,” imbuhnya

Ismir juga menyampaikan pandangan arah pemuda saat ini yaitu, terkait pembentukan karakter, perlu adanya pondasi yang kuat dan pondasi yang tepat sehingga apapun yang dipikiran dan dikerjakan oleh para pemuda berlandaskan terhadap norma-norma mapun aturan yang berlaku.


“Saat ini kondisi pemuda terhadap lingkungan sekitar memang sangat kurang, hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan pesatnya informasi yang beredar di masyarakat, dan tidak berbanding lurus dengan kemampuan para pemuda untuk melakukan filterrisasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Momentum Sumpah Pemuda ke 92, KNPI Babel Gelar Dialog Pemuda di Graha KNPI Bangka


Ismir berpesan kepada semua pemuda untuk dapat menyikapi secara bijak terkait kondisi saat ini, jangan sampai kita berfikir bahwa pemuda tidak memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi dengan cara memberikan mereka kepercayaan.

Dan kepada orang tua untuk dapat memberikan pembelajaran dan tidak lelah dengan pemuda-pemuda yang ada, karena tanpa adanya dorongan serta masukan dari generasi-generasi sebelumnya, pemuda akan hilang arah dan tidak akan mendapatkan momentum pada saat melalukan perubahan .

Penulis: Iso

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait