oleh

Pemuda Muhammadiyah Babel: HSP Jadikan Pemuda Ujung Tombak Kemajuan

Pangkalpinang, swakarya.com. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bangka Belitung (Babel) dalam memperingati hari sumpah pemuda (HSP) menganggap menjadikan pemuda sebagai lokomotif gerakan kemajuan untuk umat dan Bangsa Indonesia. Pemuda adalah ujung tombak kemajuan karena pemuda gerakan lokomotif untuk Bergerak Membangun Bersama bangsa dan negara ini, apalagi pemuda terlebih dahulu sudah bersumpah berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa satu yaitu Indonesia.

Andika Saputra selaku ketua PW Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung mengatakan peran pemuda hari ini sangat dibutuhkan oleh daerah dan bangsa ini karena pemuda memiliki bakat dan ketrampilan yang sangat tinggi diera digitalisasi saat ini. Bangsa ini hampir setiap tahun sekali sering kali memeringati peristiwa Nasional “Sumpah Pemuda” pada hari ini 28 Oktober 2019 karena memang ini suatu penghargaan yang harus kita lakukan sebagai tanda penghormatan atas  jasa dan peranan yang sangat gemilang yang dilakukan oleh pemuda kita pemuda Indonesia.

“Maka kita bangga menjadi pemuda Indonesia yang sangat berperan aktif memberikan terobosan baru untuk Kemajuan bangsa dan negara dan menjadi ujung tombak perubahan,”. Tuturnya dalam rilisnya pada tanggal 27 Oktober 2019

Menurutnya dapat kita saksikan bahwa generasi muda saat ini menjadi korban dari era globalisasi atau budaya negatif dunia barat seperti pakaian yang menampakan aurat, pergaulan bebas, dan lainnya.

Lebih labjut, sifat yang senang akan kekerasan juga telah merasuki jiwa para pemuda masa kini, sehingga menimbulkan perkelahian dan tawuran. Hal seperti ini yang harus kita waspadai karena kita harus menjiwai dan memaknai Hari Sumpah Pemuda (HSP) itu bukan hanya ceremonial tetapi bagaimana kita dapat mengembalikan jati diri pemuda sebagai ujung tombak perubahan kemajuan suatu Daerah.

“Terutama di tubuh Pemuda Muhammadiyah ungkap Andika dalam memperingati hari Sumpah Pemuda ditanggapi dengan reaksi-reaksi positif dengan cara Reaksi Represif artinya kami memaknainya dengan cara pemuda sebagai ujung tombak dakwah kemajuan teknologi pada era digitalisasi ini dan Reaksi Preventif yakni dgn cara melakukan pencegahan terhadap tindakan pencegahan terhadap kejahatan pada penyalahagunaan digital dengan tidak mencerdai kemajemukan bangsa ini sampai masa depan,”. Tutur ketua PW Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung

Editor : Tahir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait