by

Launching E-Ijazah, Rektor UBB: Ini Bagian Transformasi Teknologi

Merawang, Swakarya.Com. Perkembangan teknologi informasi kian pesat, adaptasi harus segera dilakukan. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bangka Belitung (UBB) mulai melakukan trasformasi digital dengan melakukan Sosialisasi dan launching E-Ijazah secara daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh Rektor UBB Dr. Ibrahim, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Nizwan Zukhri, Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama Hesty, para Dekan dan Ketua Jurusan serta dihadiri oleh wisudawan ke-25 UBB, Rabu (20/7).

Ibrahim mengatakan, dengan adanya launching E-Ijazah ini menandakan UBB siap bertransformasi di bidang teknologi menjadi lebih baik lagi.

Selain itu, pekembangan ijazah digital ini bukanlah yang pertama, beberapa peguruan tinggi sudah menggunakan ijazah digital.

“Ini merupakan bentuk dari adanya transformasi teknologi dan memang ada beberapa perguruan tinggi sudah menerapkan e-ijazah ini,” ungkapnya.

Ibrahim juga menambahkan bahwa transformasi teknologi juga diikuti dengan kejahatan teknologi, maka dari itu melalui kerja sama dengan Peruri sebagai fasilitator dapat menjamin keamanan dari ijazah digital ini.

“Kami sendiri sebagai pihak yang menghasilkan ijazah tentu ini adalah sebuah bentuk transformasi dan perpindahan yang sangat baik karena menjadi efisien dan lebih praktis. Ini perlu kita sosialisasikan karena mungkin diantara kita masih bingung bagaimana penggunaan E-ijazah dan sejauh mana institusi nanti akan menerima,” ungkapnya.

Sosialisasi E-ijazah ini mengundang Agus Fa selaku Senior Executive Vice President Peruri sebagai narasumber untuk memberikan penjelasan penggunaaan E-ijazah kepada alumni yang baru saja diwisuda pada Selasa (19/7).

Dalam pemaparannya, Agus mengatakan dari segi kualitas, keamanan, dan keaslian E-ijazah tidak jauh berbeda dengan ijazah kertas yang diterbitkan. Namun dalam hal keamanan seperti tanda tangan digital akan didukung oleh beberapa produk yaitu Perisai dan Peruri Tera. Kegunaaan dari produk ini diantaranya adalah untuk memastikan bahwa informasi tidak berubah, memastikan hanya dapat diakses oleh pihak yang sah, dan memastikan bahwa dokumen memang dikeluarkan oleh instansi terkait.

“Untuk tanda tangan digital ini nantinya akan didukung oleh dua produk, yaitu Perisai dan Peruri Tera. Produk ini memiliki beberapa fungsi diantaranya seperti memastikan bahwa yang mengakses ijazah digital nantinya adalah pihak yang sah dan juga memastikan informasi tidak berubah,” jelas beliau.

Sementara itu, Rion Apriyadi selaku kepala UPT TIK memberikan penjelasan kepada alumni terkait akses E-ijazah. Rion mengatakan akses E-ijazah ini akan dimasukkan ke dalam website Pusat Karir UBB dengan username dan password E-ijazah diberikan secara personal kepada alumni.

“Nantinya untuk mengakses E-Ijazah, alumni akan melewati proses verifikasi 2 arah untuk memastikan apakah yang mengakses benar alumni. Jadi setelah masuk menggunakan password dan username yang telah diberikan maka akan diminta password lain yang merupakan kombinasi unik angka dan huruf. Jika tidak bisa memasukkan password maka alumni hanya dapat melihat laman tanpa bisa mengakses ijazah,” jelas Rion.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, salah satu peserta juga bertanya mengenai apakah ijazah digital masih perlu dilakukan legalisir. Menurut Agus, proses legalisir ini tergantung dari stakeholder apakah sudah menerapkan full digital atau masih hybrid. Namun, ia menjelaskan sebenarnya ijazah digital tidak perlu dilegalisir lagi karena sudah bisa dipastikan keasliannya.

“Untuk legalisir Kembali ke masing-masing instansi apakah masih menginginkan dalam bentuk fisik. Tapi untuk ijazah digital sebenenarnya tidak perlu dilakukan legalisir lagi. Secara undang-undang dan kekuatan hukum ijazah digital sama dengan fisik, namun tergantung instansi mau menerima atau tidak,”katanya. (Rls/Humas UBB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Terkait