oleh

Daya Tangkap Nelayan Menurun, Erzaldi Ingin Antisipasi Pelanggaran Penggunaan Jaring Trawl di Babel

Pangkalpinang, Swakarya.Com. Semakin maraknya kegiatan penangkapan ikan mengunakan jaring trawl yang tidak ramah lingkungan, membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bertindak cepat untuk segera melakukan tindakan antisipasi.

Karena itu, pada hari Senin (20/10/20), Gubernur Erzaldi memanggil jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), guna membahas langkah antisipasi yang perlu dilakukan, agar pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dapat segera diatasi.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Erzaldi memberikan arahan agar dilakukan patroli rutin oleh para pengawas di Dinas Kelautan dan Perikanan serta menambahkan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Erzaldi Pimpin Rapat Teknis Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional di Babel

“Tadi saya memberikan arahan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk melakukan tidak saja patrol rutin, tetapi melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang sudah jelas-jelas memiliki alat tangkap trawl,” ujar Gubernur Erzaldi di ruang kerjanya.

Dengan tegas dikatakan, apabila ada masyarakat yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran menggunakan jaring trawl, maka akan ada sanksi yang diberikan sebagai efek jera.

“Kalau mereka ditemukan memiliki alat tangkap trawl, sita saja dan berikan pengertian dan penjelasan kepada mereka. Hal ini dilakukan, agar betul-betul alat trawl tersebut jangan lagi digunakan,” tegasnya.

Baca Juga: Erzaldi Promosikan Wisma Pesanggrahan yang Diberikan Nama Oleh PT Timah

Karena itu, Gubernur Erzaldi akan melakukan penguatan pada pengawasan dengan membangun dan membagi beberapa pos pengawasan di beberapa titik di Bangka dan Belitung agar, kerja pengawasan ini menjadi lebih efektif dan efisien.

“Tadinya hanya ada di TPI Batu Rusa namun, ke depannya insyaAllah juga akan ada pos di Sadai, Belitung, dan Belitung Timur. Sehingga kapal patroli ini tidak terlalu jauh dalam berpatroli. Karena, kalau posnya satu di Batu Rusa, untuk ke Belitung membutuhkan beberapa jam, yang juga membutuhkan bahan bakar yang tidak sedikit, padahal lokasi pelanggaran itu biasanya rutin di tempat yang sama,” pungkasnya.

Gubernur Erzaldi menyarankan agar para pengawas dari DKP melakukan review pelaksanaan patroli, agar mendapatkan waktu patroli yang lebih efektif.

Baca Juga: Gubernur Erzaldi Harap Para Nelayan Muntok Dapat Memanfaatkan Program KUR

“Kita harapkan dengan efektifnya patroli ini, akan mengurangi niat orang untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran,” imbuhnya.

“Tadi saya telah melihat beberapa hasil tangkapan melalui bukti rekaman video, di mana DKP langsung melakukan penindakan di tempat, seperti jaring trawl yang dibuang ke laut. Kemudian, ada juga jaring-jaring yang disita. InsyaAllah nanti akan kita lakukan pemusnahan jaring yang disita bersama dengan forkopimda yang ada di provinsi,” pungkasnya mengapresiasi.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait