oleh

Gubernur Erzaldi Audiensi Dengan Calon Petani Budi Daya Porang

Pangkalpinang, Swakarya.Com. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menjelaskan, secara teknis budi daya porang oleh petani Babel diurus langsung oleh BRI Syariah bersama PT Empat Saudara yang akan membimbing petani mulai dari pembiayaan, bibit, hingga hasil panen pasti memiliki pembeli (offtaker).

Pemprov. Babel bersama calon petani dan calon lokasi pemantapan budi daya tanaman porang sepakat untuk membudidayakan tanaman Porang di Babel dalam audiensi dengan komisaris dan direksi Bank Syariah Bangka Belitung di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Selasa (20/10/20).

Porang adalah tanaman khas Indonesia yang juga dibudidayakan oleh negara lain seperti, Thailand dan Vietnam. Industri porang dapat dikembangkan khususnya di Babel, agar bisa menjadi komoditi ekspor asal Indonesia yang sementara baru memenuhi 25 -20 persen kebutuhan dunia.

Baca Juga: Daya Tangkap Nelayan Menurun, Erzaldi Ingin Antisipasi Pelanggaran Penggunaan Jaring Trawl di Babel

Sinergi yang dilakukan juga melibatkan mahasiswa jurusan pertanian UBB. Harapannya, melalui audiensi ini dapat membantu agar tanaman porang berkembang sesuai dengan yang diharapkan hingga hasil tanaman porang Babel dikenal dunia.

Dalam rangka percepatan pengembangan porang di Bangka Belitung, berikut merupakan topik yang dibahas dalam audiensi, di antaranya:

  1. Pembentukan pola kerja sama untuk menentukan harga dan target pasar serta para offtaker.
  2. Kebutuhan modal usaha dalam memulai dan mengembangkan tamanan porang akan dibantu oleh BRI.
  3. Keberhasilan bertani porang mulai dari tahap benih, budidaya, pupuk hingga tehnik panen.
  4. Memperhatikan pola tanam yang digunakan calon para petani, berupa manokultural atau tumpang sari porang bersama tanaman lain.

“BRI Syariah akan memberi bantuan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro secara langsung kepada PT Empat Saudara, agar petani mendapat bibit unggulan, baik fasilitas teknis dalam budi dayanya,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Baca Juga: Gubernur Erzaldi Pimpin Rapat Teknis Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional di Babel

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi, bahwa teknis ini disiapkan Gubernur Erzaldi karena bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat agar masyarakat jadi sejahtera.

Dalam budi daya porang yang paling penting adalah target market (pasar). Calon offtaker hasil produksi bertani porang Babel yaitu PT Surya Jaya Modernitika Nusantara.

“Belajar dari perusahaan sukses di dunia, menciptakan market adalah kunci utama. Selain itu, hal penting lainnya adalah penjagaan kualitas produk yang bagus dan terkontrol agar tidak mengecewakan pembeli,” ungkap Hengky Sujono perwakilan dari PT Surya Jaya Modernitika Nusantara (calon offtaker).

Baca Juga: Erzaldi Promosikan Wisma Pesanggrahan yang Diberikan Nama Oleh PT Timah

“Pembeli akan mencari kita, kita tidak perlu lagi mencari pasar setelah pasar tahu kualitas yang terjaga,” tambahnya.

Pihak BRI Syariah pada kesempatan ini menjelaskan bahwa fasilitas yang disediakan adalah pemberian KUR Mikro. Dengan selisih margin pembayaran pada KUR Mikro sangat tipis dan sangat bersahabat dalam pertahunnya, hanya beberapa ratus ribu saja.

UMKM BRI menyiapkan fasilitas KUR Mikro pembiayaan di bawah 50 juta tanpa jaminan dengan luasan lahan yang disesuaikan dengan pembiayaan yang disiapkan. Kelayakan akan diuji oleh pihak bank bersama PT Empat Saudara.

Baca Juga: Gubernur Erzaldi Serahkan Kunci Rumah Layak Huni di Bangka Barat

“Permodalan atau pembiayaan ini bukan bantuan, tetapi menjadi tanggung jawab keberhasilan usaha penanaman porang sehingga, bisa melunasi fasilitas KUR Mikro BRI syariah,” jelas perwakilan BRI Syariah.

“Kami juga akan diaudit beberapa pihak, seperti kementerian, BRI Syariah Pusat sendiri atas aturan administrasi yang diberlakukan sama kepada semua petani sebagai calon penerima pembiayaan tanpa terkecuali,” tambahnya.

Hadir dalam pertemuan ini Gubernur Erzaldi yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Babel, BRI Syariah, PT Empat Saudara, dan calon offtaker hasil produksi bertani tanaman porang.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait