UBB Sosialisasikan Kuliah Luar Kampus secara Maraton

*Dosen dan Mahasiswa UBB Antusias dengan 8 Program yang Ditawarkan!

Merawang, Swakarya.Com. Komitmen UBB dalam mensukseskan program Kuliah Luar Kampus sebagai bagian dari penerapan kurikulum MBKM di semester gasal tahun ini tampak begitu kuat. Hal tersebut dapat terlihat pada; Pertama, desain dan skema 8 programnya yang sangat matang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era kontemporer ini.


Kedua, dapat terlihat dari upaya para stakeholders kegiatan ini, yakni Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua dan Sekretaris LPPM yang begitu semangat ketika menyosialisasikan 8 program tersebut kepada para dosen dan mahasiswa. Seperti halnya hari Rabu kemarin (05 Mei 2021), para stakeholders ini melakukan sosialisasi daring secara maraton (dari pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB) kepada seluruh dosen dan 900-an mahasiswa semester 6 (yang sebentar lagi akan masuk semester 7) yang menyempatkan hadir di zoom meeting.

Ketiga, komitmen yang kuat tersebut dapat dilihat juga dari adanya dukungan penuh semua dosen UBB dan antusiasme para mahasiswa untuk terlibat pada salah satu dari 8 program yang telah ditawarkan.
Dosen Antusias Jadi Fasilitator
Dukungan penuh dan antusiasme begitu jelas terlihat pada saat berlangsungnya sosialisasi daring via zoom meeting pada Rabu kemarin. Baik sosialisasi pada sesi dengan dosen, maupun pada sesi bersama mahasiswa.

“Saya sebagai salah satu dosen yang nantinya bisa terlibat menjadi fasilitator, sangat mendukung dan antusias menyambut 8 program yang dirumuskan oleh tim panitia kegiatan Kuliah Luar Kampus ini,” ungkap Dini Wulansari, Dosen di Sastra Inggris UBB.

Miss Dini (sapaan akrab beliau di UBB) juga pada sosialisasi daring tersebut menanyakan, pada program magang, apakah instansi atau perusahaan yang menjadi target magang para mahasiswa, hanya diuntukkan kepada yang sudah mendatangani MOU dengan UBB.

Lalu, apakah mahasiswa diperbolehkan memilih sendiri tempat magangnya. Atau semata-mata harus mengikuti arahan dari dosen Pembimbing Akademiknya.

“Untuk instansi atau perusahaan yang nantinya menjadi tempat magang para mahasiswa tidak hanya dibatasi dengan adanya penandatangan MOU bersama UBB. Melainkan bisa di instansi atau perusahaan mana pun, selama ada tanda ketersediaan atau letter of acceptence dari instansi atau perusahaan tersebut” ungkap Nanang Wahyudi selaku salah satu Narsum pada sosialisasi tersebut.

Selain itu, Fournita Anggraini sebagai ketua panitia Program Kuliah Luar Kampus menyampaikan bahwa, para mahasiswa dibolehkan mengajukan lokus magang kepada dosen PA.

Kuncinya menurut Fournita, para mahasiswa dan dosen PA harus betul-betul menjalin komunikasi yang intens untuk mencapai kesepakatan terkait intansi atau perusahaan mana yang cocok dijadikan lokus magang mahasiswa yang bersangkutan. Termasuk juga dalam menentukan program mana yang paling cocok untuk dipilih para mahasiswa di semester 7 nanti.

900-an Mahasiswa Siap Ikut Program Kuliah Laur Kampus


Selama berlangsungnya sosialisasi, dari pihak mahasiswa sendiri, tampak menyambut baik dan siap untuk berpartisipasi pada Program Kuliah Laur Kampus. Namun demikian, masih cukup banyak dari pihak mahasiswa yang bertanya-tanya terkait program ini.

Salah satu pertanyaan yang muncul, apakah wajib bagi para mahasiswa semester 7 untuk mengikuti program-program yang ditawarkan tersebut. Mengingat, ada cukup banyak mahasiswa yang mau mulai fokus untuk pengerjaan tugas akhir, yakni proposal skripsi.

“Program Kuliah Luar Kampus ini pada hakikatnya adalah hak, bukan kewajiban bagi para mahasiswa. Ini pula salah satu aspek yang menjadi ke-merdekaan para mahasiswa. Namun, akan sangat disayangkan jika para mahasiswa tidak memilih untuk mengambil haknya ini. Selain dosen, sejujurnya, yang paling diuntungkan dari program ini juga adalah para mahasiswa itu sendiri,” ungkap Rektor UBB, Ibrahim saat memberikan informasi fundamental dari kebijakan MBKM.

Ibrahim juga menyampaikan bahwa, filosofi Program Kuliah Luar Kampus ini adalah meondorong kesiapan aplikasi dari pengetahuan, melatih keterampilan, dan mengasah soft skill.

Selain itu, menurut Ibrahim, program ini juga menjadi momentum untuk para mahasiswa secara merdeka mengakumulasi pengetahuan dan pengalaman dari pelbagai pihak di luar dunia kampus. Setelah mengikuti program-program ini dengan sungguh-sungguh, paling tidak mereka tidak akan gagap lagi ketika nanti mengarungi kehidupan praksis setelah selesai dari kampus. (Rls/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait