by

Tim Matching Fund Kedaireka UBB Gerak FGD Ingin Masyarakat Rasakan Dampak Penelitian Kampus

Pangkalpinang, Swakarya.Com. Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung menggelar Forum Diksusi Terpumpun (FDT) berjudul “Focus Group Discussion (FGD) Inisiasi Rancangan Kebijakan Penerapan Inovasi Teknologi Probio_FM” Di Koba Meeting Room, Novotel Bangka Hotel and Convention Centre, Kota Pangkalpinang, pada Kamis (4/8/2022).

Forum diskusi terpumpun yang merupakan implementasi dari Program Matching Fund Kedaireka tersebut dihadiri oleh sepuluh undangan yang berasal dari beberapa instansi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, antara lain BAPPEDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan PLUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kesepuluh undangan tersebut berkumpul bersama sebagai langkah awal kolaborasi serta integrasi peran dari perguruan tinggi, pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat desa yang bertujuan untuk mengomunikasikan teknologi Probio_FM sebagai inovasi teknologi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengidentifikasi dan menginventalisasi data potensi penerapan teknologi untuk pembangunan pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta menyamakan persepsi alur pendaftaran legalitas dan izin edar dari Probio_FM.

Forum diskusi terpumpun dengan dua target luaran ini dipandu oleh Rusdi, S.T., M.T. selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Target luaran yang dimaksud adalah data terkait program yang berpotensi menerapkan teknologi Probio_FM serta dokumen pendaftaran izin edar dari Probio_FM. Menurut Rusdi, forum diskusi terpumpun yang dilaksanakan oleh Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung terbilang baik, tetapi Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung masih mendapatkan sedikit catatan terkait pengaplikasian dari Probio_FM.

“Menurut saya, FGD ini merupakan acara yang baik. FGD ini dapat mengatasi persoalan terkait perizinan untuk melepas produk, sehingga produk dapat dipasarkan secara meluas. Namun untuk sementara waktu, perjanjian kerja sama antara produsen dengan kelompok tani diperlukan dalam upaya percepatan aplikasi dari Probio_FM sembari pengurusan izin edar produk,” ujar Rusdi.

Rusdi menjelaskan bahwa Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung selaku produsen dari Probio_FM dapat melakukan pengedaran produk sembari menunggu hasil dari pengurusan izin edar untuk mempercepat pengaplikasian produk di tingkat petani. Pengedaran ini dapat dilakukan secara terbatas terhadap dua puluh empat kelompok tani binaan pemerintah provinsi dengan pemantauan berkala.

Di lain sisi, Dr. Sudirman Adibrata, S.T., M.Si. selaku perwakilan dari Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung memandang forum diskusi terpumpun sebagai ajang penyuaraan aspirasi dari orang-orang yang dianggap tepat terkait solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

“FGD merupakan wadah dari pihak-pihak terkait untuk menyuarakan aspirasi terkait solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya FGD dihadiri oleh orang yang berkompeten dari lembaga undangan, bukan perwakilannya. Hal ini dikarenakan FGD harus dilakukan dengan fokus sesuai namanya untuk mencapai tujuan bersama, yakni pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat lokal. Apabila FGD dihadiri oleh perwakilan yang menggantikan seseorang dari lembaga undangan, FGD akan kehilangan fokusnya karena diskusi tidak sesuai dengan bidang keahlian,” ujar Sudirman.

Sudirman berpendapat bahwa forum diskusi terpumpun harus dihadiri oleh orang yang diundang oleh penyelenggara, bukan perwakilan dari orang tersebut di lembaga yang sama. Ia khawatir perwakilan undangan malah memberikan aspirasi yang kurang tepat karena perbedaan persepsi antarkepala, terutama dari orang dengan kompetensi yang berbeda. Kendati demikian, Sudirman tidak berkecil hati. Pengalaman dari forum diskusi terpumpun kali ini membuatnya berharap akan adanya kolaborasi yang lebih baik di forum diskusi terpumpun mendatang.

“Saya berharap semua stakeholder dapat berkolaborasi secara positif, sehingga kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar, yaitu Probio_FM mampu mendapatkan legalitas, baik dari pemerintah daerah maupun dari kementerian yang menaungi program ini. Sehubung kami, Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung, mencangkan Probio_FM sebagai produk lokal yang memanfaatkan potensi alam dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, maka saya pikir pemerintah harus merasa memiliki Probio_FM, agar pemerintah dapat bersinergi dengan masyarakat lokal dalam pembangunan lapangan kerja untuk mengurangi jumlah pengangguran. Dengan demikian, kami selaku pihak dari perguruan tinggi dapat membuktikan bahwa program penelitian yang dilaksanakan oleh kampus kami memiliki dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” harap Sudirman.

Berkaitan dengan harapan dari Sudirman, Rusdi juga berharap, “Saya harap Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung dapat mengundang kalangan yang lebih luas dengan melibatkan pemerintah kabupaten atau kota, kemudian mereka dapat melaporkan hasil dari FGD ini ke instansi terkait serta kepala daerah. Selain itu, saya harap Tim Matching Fund Kedaireka Universitas Bangka Belitung dapat membuat rencana aksi terkait aplikasi dari Probio_FM di tingkat petani sesegera mungkin. Rencana aksi yang dimaksud dapat berupa sosialisasi ke kelompok tani di kabupaten atau kota dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan, agar informasi terkait Probio_FM dapat tersampaikan segera.”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Terkait