oleh

Pariwisata Bak Tak Bernyawa, Babel Harus Fokus Kelola Wisata


Penulis: Uswatun Hasanah (Ketua HMI FISIP PERJUANGAN UBB)

Swakarya.Com. Geliat ekonomi terus di stimulus oleh pemerintah guna terus memperbaiki kondisi di tataran masyarakat untuk perbaikan ekonomi ditengah-tengah Pandami Covid 19 yang terus merebak dengan jumlah kasus yang semakin banyak.

Stimulus pertumbuhan ekonomi dominan dengan terus di luncurkanya program-program dari pemerintah baik yang bersifat pembiayaan, maupun bantuan langsung tunai.

Pada sektor ekonomi perbankan misalnya pemerintah menggelontorkan puluhan triliun kepada Bank-Bank guna pemutaran keuangan di kalangan masyarakat yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekonomi di indonesia.

Namun jika pemerintah hanya mengeluarkan bantuan yang bersifat konsumtif (habis pakai) maka sebenarnya ini tidakpun memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat yang ada hanyalah memberikan nafas sementara. Yang di butuhkan adalah pemerintah memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat untuk pengembangan usaha di berbagai sektor yang sekala menengah ke bawah. Ini yang tentunya dirasa menjadi jurus jitu meningkatkan gairah ekonomi di masyarakat.

Pengelolaan ekowisata tentunya memberikan dampak langsung dalam petbaikan kondisi ekonomi masyarakat menengah ke bawah selama pengelolaan dilakukan dengan prinsip kerakyatan tentunya yang diperuntukan bagi masyarakat yang di stimulus oleh pemerintah, bukan hanya milik pribadi.

Beberapa waktu yang lalu tim dari HmI fisip perjuangan UBB Berkunjung ke salah satu lokasi wisata yang ada di Kabupaten Bangka Tengah yaitu di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Berikat. Untuk menuju pantai tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam dari Kota Pangkal Pinang.

Pantai tanjung berikat menyuguhkan panorama yang indah yang dapat melepas penat setelah melakukan berbagai macam aktivitas. Hamparan pasir dan debur ombak serta panorama sun rise sungguh memukau dan memanjakan mata bagi para pengunjung pantai tersebut.

Sehingga Pantai Tanjung Berikat memiliki potensi besar untuk maju dan berkembang menjadi wisata bahari sebagai identitas wisata pantai di pulau Bangka.

Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dapat menghambat kemajuan wisata pada pantai ini, baik mulai dari akses yang minim sekali penunjuk arah, pengelolaan pantai yang masih belum di manajerial dengan baik, sampai dengan kepemilikan pantai yang dimiliki oleh swasta dan bukan lagi aset masyarakat setempat.

Masyarakat setempat yaitu para pemuda/i memiliki semangat yang tinggi untuk memajukan wisata pantai tanjung berikat ini agar bisa menjadi salah satu destinasi wisata favorit tatkala masyarakat berkunjung ke Bangka Tengah.

Seperti yang kita ketahui bersama sekarang memasuki era globalisasi yaitu kehidupan didunia maya akan lebih sering dilakukan orang dengan berbagai macam teknologi yang telah tersedia. Ketika berkunjung ke suatu tempat wisata maka memposting foto atau video di medsos merupakan hal yang terus dilakukan oleh sebagian besar orang.

Persoalan selanjutnya adalah kendala pada jaringan internet yang masih belum di dapat tatkala kita berada di pantai tersebut.

Dari berbagai persoalan di atas maka HMI KOMISARIAT FISIP PERJUANGAN UBB melihat hal ini perlu di tindak lanjuti oleh berbagai unsur yang dapat mengatasi berbagai permasalahan berkenaan dengan kemajuan wisata di Pantai Tanjung Berikat, utamanya adalah menyoroti Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pariwisata agar konsen dan proaktif terhadap berbagai stimulus kemajuan pariwisata yang berada di Bangka Tengah guna menstimulus kemajuan ekonomi.

Jika Belitung sudah memiliki identitas akan geopark yang dimilikinya maka Bangka Tengah Memiliki identitas akan Wisata Bahari yang berada di Kawasan Pantai Tanjung Berikat tersebut.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait