oleh

Ketum DPP LDII Terpilih: Hadapi Haters dengan Kontribusi Untuk Bangsa dan Negara

Jakarta, Swakarya.Com. Ir. KH. Chriswanto Santoso, M.Sc terpilih sebagai Ketua Umum DPP LDII masa jabatan 2021-2026 pada perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) IX LDII 2021, Kamis, 8 April 2021.

Munas IX LDII 2021 digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta dihadiri oleh DPW LDII dari 33 provinsi di luar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak menghadiri Munas IX LDII secara daring maupun luring.

“Dalam dinamika organisasi terdapat rotasi, reposisi, dan merelaksasi kepengurusan. Kami harus kerja keras dan cepat untuk melaksanakan tugas, sebagai kontribusi LDII kepada bangsa. Kerja keras dan cerdas ini penting, karena di dalam LDII terdapat pesantren, sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal saleh,” ujar Chriswanto usai terpilih sebagai Ketum DPP LDII.

Baca Juga: https://swakarya.com/jokowi-buka-munas-ix-ldii-sikap-toleran-adalah-keharusan-dan-warisan-pendiri-bangsa/

Saat pidato pelantikannya, Chriswanto Santoso meminta kepada seluruh pengurus dari pusat hingga daerah dan warga LDII untuk membantu pemerintah.

“Sebab permasalahan kebangsaan tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, terutama dalam kondisi pandemi ini. Maka untuk itu, jangan merasa inferior karena bakal menjadi halangan untuk bekerja keras berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Chriswanto.

Meskipun pernah dimarjinalkan, menurut Chriswanto Santoso, kontribusi LDII dalam 10 tahun terakhir tak bisa diabaikan.

Baca Juga: https://swakarya.com/intoleran-beragama-memecah-belah-persatuan-chriswanto-santoso-kebhinnekaan-modal-besar-perekat-bangsa/

“Delapan klaster pengabdian LDII itu lahir tak serta merta, telah dilaksanakan dan memiliki proyek percontohan, terutama mengenai kebangsaan dalam menubuhkan rasa cinta tanah air dalam bingkai empat pilar kebangsaan,” ujar Chriswanto Santoso.

Baca Juga: https://swakarya.com/jokowi-ajak-seluruh-ormas-islam-bersikap-terbuka-dan-menghargai-perbedaan-pandangan-keagamaan/

Delapan bidang pengabdian LDII diantaranya: wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital.

“Harapan kami, generasi LDII yang masa mendatang yang karakternya telah dibentuk menjadi generasi profesional religius akan berkontribusi dalam bonus demografi yang dinikmati Indonesia pada 2030 mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: https://swakarya.com/terpilih-sebagai-ketum-dpp-ldii-chriswanto-santoso-serukan-seluruh-warga-ldii-bantu-pemerintah/

Generasi profesional religius adalah generasi yang alim-faqih, ber-akhlakul karimah, dan mandiri.

“Warga LDII adalah warga yang baik, mereka semua ingin membangun bangsa dan negara dan menyelesaikan berbagai masalah kebangsaan. Jangan sampai citra baik itu dirusak oleh hater, dan warga LDII merasa inferior sehingga melemahkan kontribusinya membangun bangsa dan negara,” imbau Chriswanto.

Warga LDII memiliki modal sosial, berupa rukun, kompak, dan mampu bekerja sama dengan baik dengan siapapun.

“Inilah yang dijadikan pondasi dalam menghadapi masalah kebangsaan,” ujarnya.

Selanjutnya, Chriswanto juga mengimbau, LDII dalam berkiprah di dalam masyarakat harus mengedepankan kepentingan rakyat dengan mengedepankan hikmat kebijaksanaan melalui proses musyawarah, kekeluargaan dan gotong royong.

“Kebhinnekaan kita harus menjadi dasar pemikiran, gerak dan berkontribusi untuk bangsa dan negara. Sangatlah tidak bijak apabila pengamalan dalam beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus merusak sendi sendi kebhinakaan yang dijadikan landasan founding fathers mendirikan negara Indonesia,” ujar Chriswanto.

Chriswanto juga meminta LDII menjadi organisasi penengah yang netral dan tidak berpihak kepada kepentingan politik apapun, serta hanya berpihak pada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk itu Ketua Umum DPP LDII tidak boleh merangkap jabatan dengan jabatan-jabatan politis, baik di legislatif maupun eksekutif di semua jajaran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait