oleh

IKADUBAS Babel Gelar Panggung Sastra, Wadah Ekspresikan Bakat Dan Seni

Swakarya.Com. Ikatan Duta Bahasa Kepulauan Bangka Belitung (IKADUBAS BABEL) menyelenggarakan Pergelaran Panggung Sastra 2019, Jum’at malam (27/12/2019) di Kafe La Banc’a, Pangkalpinang.

Dengan tema “Pemuda Bersatu, Sastra dan Indonesia Maju”, panggung sastra kali ini mengundang berbagai komunitas seperti Komunitas Aksara Muda Bangka Belitung (Kosada Babel), Komunitas Pekerja Sastra Bangka Belitung (KPSBB), BECAK Babel, Hope Education, Aksi Baik Bangka Belitung (ABB), Forum GenRe Bangka Belitung dan Bujang Dayang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan jenis karakter beragam bentuk warna sajian pertunjukan, seperti pembacaan puisi, bernyanyi, musikalisasi puisi, teater, monolog dan bercerita, mampu menarik antusiasme masa pencinta seni dan sastra yang hadir di tempat.

Pergelaran panggung Sastra menyajikan sejumlah penampil berkualitas. Itu semua dilaksanakan demi menumbuhkembangkan bakat seni generasi muda Bangka Belitung.

Ketua Pelaksana, Alfin Dwi Rahmawan, menjelaskan, Panggung Sastra memiliki arti penting dan bermakna strategis sebagai upaya mengajak generasi muda untuk lebih mencintai sastra.

“Tujuan diselenggarakannya panggung sastra sebenarnya untuk memberikan ruang dan panggung bagi setiap orang untuk mengekspresikan dirinya, dan yang terpenting untuk mengapresiasi sastra. Karena di Bangka Belitung masih jarang sekali untuk acara-acara seperti ini,” kata Alfin saat diwawancarai.

Kegiatan ini, tambah Alfin turut didukung oleh Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung dan seniman yang berada di Bangka Belitung.

“Masyarakat umum dipersilahkan datang untuk memeriahkan acara tersebut tanpa dipungut biaya.” tambahnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan Panggung Sastra ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal lagi bentuk karya sastra, sehingga seni sastra dan budaya dapat terus dilestarikan hingga ke anak cucu kita dan tetap terjaga keasliannya.

“Harapan kami, semoga panggung sastra ini bisa memantik teman-teman ataupun komunitas lain yang menyukai sastra, atau para pekerja sastra untuk dapat membuat kegiatan serupa sehingga kita masyarakat Bangka Belitung semakin dekat dengan sastra. Mudah-mudahan ada panggung sastra selanjutnya,” tutupnya.

Penulis : Ryannico

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait