Berikan Pemahaman Terkait Energi Alternatif, Bapeten Helat Sosialisasi Pengawasan PLTN di UBB

Merawang, Swakarya.Com. Bertempat di Balai Besar Peradaban (BBP) Gedung Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB), pada Rabu (20/09/23), telah dilaksanakan sosialisasasi pengawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang diagendakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Bambang Patijaya.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 120 mahasiwa dari beberapa jurusan di UBB ini, dilaksanakan mulai pukul 09.00-12.00 WIB dan juga dihadiri oleh dekan dan perwakilan dekan setiap fakultas di UBB.

Lukman Hakim, sebagai Direktur Direktorat Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir dalam paparan sambutannya menyebutkan, tujuan adanya pengawasan nuklir tidak lain adalah untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja, masyarakat, serta perlindungan untuk lingkungan hidup.

“Dengan adanya pengawasan ini, kita hanya ingin adanya keterjaminan untuk keselamatan pekerjan, masyarakat, serta lingkungan hidup  dengan adanya tenaga nuklir,” sebutnya saat memberikan paparan sambutan.

Lebih lanjut, terkait dengan adanya sosialisasi pengawasan PLTN, menurut Lukman sosialisasi ini merupakan sebuah upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang PLTN sebagai sumber daya energi alternatif yang aman dan berwawasan lingkungan.

“Selain meningkatkan pemahaman terkait dengan energi alternatif dari PLTN ini, berupaya menjawab pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat tentang PLTN, dan membangun dukungan masyarakat terhadap pembangunan PLTN di Bangka Belitung, ini menjadi tujuan di adakannya sosialisasi ini,” paparnya.

Mewakili pimpinan UBB, Dwi Haryadi sebagai Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kerjasama menyampaikan dalam sambutannya, kegiatan yang bekerjasama dengan Bapeten ini sebenarnya sudah terjalin denga cukup baik.

“Sebernarnya pada tahun 2014 dan 2019 antara UBB dan Bapeten juga pernah mengadakan kegiatan bersama, seperti sosialisasi kelembagaan dan pengawasan tenaga nuklir dan kuliah umum tentang pengawasan tenorm,” ujarnya.

Menurut Dwi, dalam bidang penelitian UBB sendiri terdapat bidang fokus unggulan yaitu penciptaan energi baru dan terbarukan, serta material maju yang mungkin dapat terkait dengan bidang nuklir ini.

“UBB sendiri dalam fokus unggulan kajian berupa penciptaan energi baru dan terbarukan, serta material maju yang dapat terkait dengan tema kita kali ini,” paparnya.

Sementara itu, komisi VII DPR RI Bambang Patijaya sebagai pemateri menyebutkan, sebenarnya ada suatu persolan besar ketika masyarakat dihadapakan dengan permasalahan nuklir ini yaitu ketidakpercayaan.

“Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, saya pernah membuat sebuah tulisan dan ketika ditanya oleh salah satu media lokal yang menjadi persoalan masyarakat takut akan nuklir ialah karena ketidakpercayaan publik, makanya jika itu isunya yang perlu kita lakukan adalah menjawab dengan suatu hal yang pasti,” ungkapnya.

Bambang menambah, dalam pengembangan energi nuklir jangan sekali-kali kita untuk main-main.

“Main-main dalam hal ini ialah terkait dengan penggunaan nuklir torium, karena sampai pada saat ini, itu hanya sampai pada tahap riset saja dan membuat Bangka Belitung sebagai kelinci percobaan,” paparnya.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait