Ketika yang Berkuasa Ingin Layanan Seksual

*Kisah Serial Sexual Harassment di FOX NEWS ( Film Bombshell, 2019)

Penulis: Denny JA

Ia berteriak kencang sekali. Semua di ruangan itu terdiam. “JIka saya jatuh, seluruh jaringan Fox News akan jatuh. Karir anda semua akan jatuh. Jangan diam. Bergerak. Cari solusi.”

Itulah perintah dari Roger Ailes, pimpinan tertinggi di stasiun TV yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat.

Ia kaget alang kepalang. Salah satu pembawa berita, anak didiknya sendiri, Gretchen Carlson (diperankan oleh Nichole Kidman), menuntutnya secara hukum untuk kasus Sexual Harassment.

Pimpinan program, para pembaca acara lain, reporter, saling menatap. Bisu. Isu pelecehan seksual yang acapkali mereka bicarakan bisik- bisik, takut-takut, kini menjadi berita di seantaro Amerika Serikat.

Roger Ailes, sang tertuduh, sudah mengeluarkan fatwa. Sebagian dari mereka berhutang budi pada Roger. Ia yang membuat mereka bekerja di jaringan berpengaruh. Kehidupan mereka terangkat.

New York Times, 2016, mencatat dan memberitakan bagaimana orang per orang di FOX NEWS membela sang Boss, Roger Ailes, di akun media sosial masing masing.

Mereka mendukung Sang Boss dengan redaksi yang bervariasi. Inti pesan mereka. “Saya sudah menanyakan kepada puluhan para reporter dan pembawa acara wanita. Apakah mereka pernah mengalami sexual harassment di Fox News? Semua membantah. Ini hanya tuduhan orang yang sakit. Ia kecewa karena karirnya memburuk.”

Tapi setelah kasus Roger Ailes meledak, dan ia dipecat oleh sang pemilik Rupert Murdoch, situasi berbalik. New York Times juga memberitakan. Satu persatu pembela Roger Ailes kembali menulis di akun media sosialnya masing- masing. Ada yang meminta maaf. Ada yang menyesal mengapa tidak lebih membuka mata.

Roger Ailes pun sadar. Ketika kekuasaannya hilang, hilang pula segala pembelaan. Pujian berganti hujatan.

-000-

Kisah di atas tak muncul di film Bombshell. Saya mengeksplorasinya sendiri setelah lama tersentak menyaksikan film berdasarkan kisah sebenarnya itu.

FOX NEWS membawa ideologi baru dalam sejarah televisi berita. Mereka tidak menjual berita. Di era terbuka seperti sekarang, berita apapun, bisa diakses oleh siapa saja, dari begitu banyak sumber berita.

FOX NEWS menjual opini dan komentar atas berita. Setiap kali muncul berita besar, terutama soal isu politik, ekonomi, gaya hidup, FOX NEWS memframing berita itu dalam bentuk opini dan komentar.

Secara terus terang pemilik stasiun TV Rupert Murdoch menyatakan: TV ini TV kaum konservatif.” Haluan politik mereka sejalan dengan Partai Republik. Opini mereka pro pada nilai konservatisme, dan kritis atas nilai kaum liberal.

Rupert Murdochpun mengangkat Roger Ailes sebagai pimpinan tertinggi di FOX NEWS. Tokoh ini dikenal sejak lama sebagai konsultan media calon presiden dan presiden dari Partai Republik.

Roger pernah menjadi konsultan media bagi Richard Nixon, Ronald Reagan dan George Bush. Ia pun ikut terlibat dalam kampanye Donald Trump.

Di bawah kepemimpiannya, FOX NEWS meledak menjadi TV kabel nomor satu di Amerika Serikat. Walau berita yang stasiun ini selalu bias kepentingan kubu konservatisme, namun tetap menarik diikuti oleh siapapun. Berita yang diopinikan ternyata memang lebih hidup, lebih penuh human interest, lebih seksi, lebih crispy.

Yang tak diduga ternyata Roger Ailes ini memiliki selera seksual yang unik. Walau badannya sangat gemuk, dan terkesan tidak sehat, ia agak ganas secara seksual. Tapi hasrat seksualnya itu ia eksplorasi secara elegan.

Roger menentukan siapa yang akan membawa acara tertentu. Ia yang mengarahkan siapa yang masuk ke program Prime Time. Ia pula yang memastikan apakah kontrak seseorang di jaringan TV itu diperpanjang.

Terkenal sudah fatwanya. “Ini media audio visual. Penampilan pembaca acara harus menarik, seksi, bergelora untuk ditonton. Tak apa tunjukan sedikit pahamu.” Kepada cameraman, ia juga acap mengarahkan. “Turunkan sedikit kamera. Biarkan paha pembawa acara terlihat.”

Ia punya cara khusus untuk menyeleksi terutama pendatang baru wanita. Ia hanya menemuinya empat mata, di ruangannya sendiri. Sejak awal, Roger menyatakan: “Saya bisa membuatmu terkenal, membawa acara penting. Tapi jika karirmu ingin panjang di sini. Saya hanya minta satu hal: loyalti. Apakah kamu sanggup?”

Beberapa pembawa acara wanita di film itu nampak nervous. Apa arti sebenarnya dari loyalti yang dimaksud Sang Boss? Tapi siapa yang tak ingin membawa acara prime time? Siapa yang tak ingin terkenal?”

Roger acapkali meminta wanita itu, yang umumnya muda dan cantik, untuk berdiri di hadapannya. “Coba berputar. Angkat sedikit bajumu. Tunjukkan pahamu. Angkat lebih tinggi lagi. Lebih tinggi lagi. Lebih tinggi lagi.”

Pada pertemuan pertama, Roger memberi kesan. “Dirimu berbakat. Temui saya secara reguler. Dan renungkan apa yang bisa saya terima dari anda. Seberapa anda mau berkorban dan berjuang, memajukan FOX NEWS.”

Apa yang sebenarnya terjadi setelah itu, tak diungkap oleh film Bombshell. Yang diungkap hanya bisik bisik antar reporter dan pembawa acara. Tapi siapa yang berani melawan? Kabarnya Roger Ailes juga menyewa detektif yang ditempatkannya di ruang khusus.

Sudah ada beberapa pembawa acara yang dipecat. Selalu ada alasan resmi untuk pemecatan. Tapi desas desus berkembang. Ini terjadi karena yang bersangkutan tidak melayani hasrat seksual Roger Ailes. Atau yang bersangkutan senang bergosip soal sexual harassment yang dilakukan Roger.

Situasi berbeda ketika kasus menimpa pembawa Acara Fox and Friends: Gretchen Carlson. Sejak setahun sebelum ia dipecat, ia sudah berkonsultasi dengan ahli hukum. Mereka menyusun skenario untuk memperkuat bukti.

Ketika Gretchen dipecat, dan ia menuntut Roger Aisle secara hukum, Roger akhirnya tak bisa berkutik. Bukti terlalu kuat. Apakah Gretchen ingin Roger masuk penjara?

Bukan penjara yang ia tuntut. Tapi ia ingin settlement di luar pengadilan. Apalagi 23 pembawa acara di FOX NEWS berani pula bersaksi soal pelecehan seksual Roger Aisles.

Kasuspun ditutup. Gretchen dilarang mempublikasi bukti. Tapi ia mendapatkan dan segar dari FOX NEWS sebesar 20 juta USD. Jika dirupiahkan, uang tutup mulut Gretchen sekitar 300 milyar rupiah.

Namun FOX NEWS terlalu besar jika ia tenggelam bersama Roger Ailes. Rupert Murdoch meminta Roger Ailes mundur dengan kompensasi dana yang besar. Bagaimanapun Roger berjasa membuat FOX NEWS menjadi tambang uang bagi Murdoch. Ia layak dipecat dengan dana besar pula.

“Saya sendiri yang akan memimpin FOX NEWS sampai ia normal kembali,” ujar Murdoch di hadapan puluhan pembaca acara stasiun itu.

FOX NEWS terus tumbuh menjadi televisi berpengaruh di Amerika Serikat. Kisah pelecehan seksual di stasiun itu kini hanya menjadi catatan kaki saja. Begitulah kerja industri. Selalu ada cara untuk memulihkan skandal.

Tapi sexual harassment terus terjadi di aneka tempat. Menurut data, tak hanya wanita yang menjadi korban, tapi juga pria. Korban pelecehan seksual: 79 persen menimpa wanita. Sekitar 21 persen menimpa pria.
Pelakunya umumnya adalah atasan, baik ia pria ataupun wanita.

Fenomena pelecehan seksual sudah terjadi sepanjang sejarah manusia hingga ke era digital. Sama kasusnya: Yang berkuasa, yang meminta layanan seksual.

Selesai menonton film ini, saya merenung. Sudah lama juga saya mendengar serial kasus pelecehan seksual atau bahkan layanan seksual sebagai syarat untuk diterima atau kenaikan karir di beberapa tempat di Indonesia. Adakah yang berani dan cerdas seperti Gretchen Carlson untuk mengungkapnya?

Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *