Mahasiswa KKN UBB, Ramah Tamah Bersama Pemdes Labu dan Masyarakat

*Selama 40 hari KKN UBB akan mengabdi di Desa Labu


Labu, Swakarya.com– Beberapa hari setelah pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Bangka Belitung (UBB) 2019. Mahasiwa pun dengan cepat melakukan segenap kegiatannya, dimulai dengan silahturahmi bersama perangkat desa sesuai wilayah masing-masing.

Terkhusus Mahasiswa KKN UBB di Desa Labu Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. Begitu tiba di sana, mereka segera melakukan pertemuan ramah tamah bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Labu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Labu, diikuti oleh 30 mahasiswa KKN yang terdiri dari 15 mahasiswa dan 15 mahasiswi.

Ahmad Zainudin selaku Kepada Desa Labu menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UBB di Desa Labu, begitu pula dengan masyarakat sekitar.

“Kami menerima dan membantu kegiatan KKN di Desa Labu dan saya selaku kepala desa mengharapkan bisa membantu masyarakat dan menyesuaikan diri dengan bisa memahami serta mempelajari kondisi masyarakat di Desa kami,” ujarnya saat sambutan dalam acara ramah tamah tersebut.

Sementara itu, Nabil selaku Ketua KKN UBB angkatan 14 tahun 2019 ini mengucapkan rasa terima kasih kepada pemdes serta masyarakat  setempat, ia pun menjelaskan program utamanya selama KKN di desa ini.

“Selama 40 hari kedepan dengan program utama upaya peningkatan produksi padi sawah melalui penerapan sistem intermittent irrigation di Desa Labu Kecamatan Puding Besar,” tuturnya.

Program utama tersebut diharapkan dapat membatu produksi sawah masyarakat Desa Labu kedepannya.

“Program utama seperti ini diharapkan akan membantu masyarakat dalam mengelola lahan sawah agar produksi padi lebih meningkat, mengoptimalkan penggunanaan air, dan menghemat biaya,” tambahnya.

Dilanjutkan dengan program lain dari KKN Revolusi Mental seperti, Gerakan Indonesia Bersih (GIB), dan Gerakan Indonesia Mandiri (GIM).

Penulis : Nastazia Elvitasari
Editor    : Tahir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait