Erzaldi Rosman: Membumi Hanguskan Sunting

Pangkalpinang, Swakarya.Com. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung terus mengkampanyekan gerakan menekan angka stunting di Negeri Serumpun Sebalai.

Salah satu langkahnya adalah melalui Workshop Penanganan Stunting Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 


Gubernur Kep. Bangka Belitung Erzaldi Rosman hadir langsung membuka sekaligus memberikan paparan terkait stunting dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Soll Marina, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Rabu (29/1/2020), yang mengusung tema “Ayo  Cegah dan Tangani Stunting Bersama untuk wujudkan generasi emas yang berkualitas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”.  

Gubernur mengatakan, permasalahan stunting jika dibiarkan akan menjadi beban yang sangat luar biasa bagi negara. Stunting, kata Gubernur, merupakan perkara mudah jika sejak awal sudah diantisipasi atau ditangani. Oleh sebab itu dirinya mengajak masyarakat Babel untuk membasmi Stunting di Babel ini.

“Ayo.. sama-sama kita membumi hanguskan stunting ini,” ajak Gubernur Erzaldi.

Dijelaskan Gubernur, untuk membumi hanguskan stunting salah satu caranya yaitu harus mempunyai tim yang kuat, mulai dari tingkat Provinsi, sampai ke tingkat RT, bahkan sampai ke tingkat dasawisma.

“Tahun ini, Provinsi mendapatkan bantuan dari Kementerian Keuangan sebesar 20 miliar rupiah. Kita gunakan untuk melawan stunting ini, dengan harapan stunting kita berkurang,” ujarnya.

Pada tahun 2019, disebutkan Gubernur, data stunting sebnayak 8.300 orang, dan tahun 2020 turun. Itu, menurut Gubernur, jika dilihat dari output bagus. Namun jika dilihat dari kasusnya tidak turun, karena permasalahan stunting tidak bisa diobati.

Tetapi kita bisa bersama-sama melakukan pendampingan dan pengawasan dalam tumbuh kembang anak tersebut.

Dampak dari anak-anak terkena stunting, Gubernur menyebutkan, daya pikirnya lemah, dan pertumbuhannya lambat. Dengan adanya penambahan gizi, maka akan meningkat daya pikrnya, akan tetapi stunting tidak hilang.   

Penanganan stunting sendiri tutur Gubernur, salah satunya bisa dicegah pada saat proses kehamilan, yaitu dengan memakan makanan yang bergizi tinggi dan direncanakan dengan baik.

Selain itu, sebelum menikah harus cukup umur, dan pemerintah mengeluarkan sertifikat menikah.

“Kita mengundang Profesor di kegiatan ini. Oleh sebab itu, stunting kita lawan, siapa yang melawan, ya diantaranya ibu-ibu kader PKK.  Kita akan support lagi dari Dinas Pertanian dan Peternakan,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Ketua Ketua TP PKK Bangka Belitung Melati Erzaldi mengatakan, kenapa PKK hadir dalam kegiatan ini, karena PKK merupakan kader penunjang langsung di keluarga, masyarakat, sehingga bisa menjelaskan permasalahan stunting  dan penangananya. 

Melati mengakui narasumber yang dihadirkan dalam workshop ini sangat luar biasa, karena untuk menambah pengetahuan para kader PKK.

“Jika bicara stunting, maka banyak ketidaktahuan masyarakat apa itu stunting. Oleh sebab itu, harus adanya edukasi. Kader-kader PKK di upgrade pengetahuannya dengan mengadakan workshop, seperti apa makanan yang harus dikomsumsi dan nantinya bisa menjelaskan ke masyarakat secara jelas,” kata Melati.

Sebelumnya, Prof drh. Muhammad Rizal Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat selaku narasumber menegaskan, penanganan stunting  bisa dilakukan pada saat proses kehamilan dengan memberikan asupan gizi yang seimbang dan pemahaman akan stunting kepada masyarakat. 

Adanya workshop ini, kata dia, masyarakat akan paham tetang stunting, dan potensi lokal memenuhi kebutuhan gizinya.

“Peran dari suami sangat strategis dalam mendukung kesehatan ibu yang sedang hamil. BKKBN merasa ingin persoalan stunting ditangani semaksimal mungkin. Sebab, stunting terjadi karena ketidak tahuan masyarakat akan stunting,” imbuhnya.

Selain Gubernur Erzaldi, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Bangka Belitung dan Kabupaten/Kota se Bangka Belitung, Prof Muhammad Rizal, Prof Hardiansyah MS Phd Guru Besar Ilmu Gizi Fema IPB Bogor, Workshop Penanganan Stunting yang digelar Pemprov Bangka Belitung itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Kepala BKKBN Provinsi Babel. 

Disamping itu, Workshop yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut juga menghadirkan sebanyak 465 ibu – ibu kader PKK dari 69 desa Se Bangka Belitung yang menjadi peserta. (Rls)

Sumber: HumasPro

Editor: Tahir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait