by

Destinasi Alam Pengembangan dan Dampak Perubahan Wisata di Desa Teluk Limau


Penulis : Nadila, Mahasiswa Sosiologi, FISIP, UBB

Swakarya.Com. Kunjungan mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung pada tanggal 31 Mei 2022, hari Selasa kemarin. Kunjungan yang dilakukan di Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat adalah suatu kunjungan yang bertujuan untuk mengapresiasi Desa yang terkenal dengan Desa Wisata yang begitu eksotis untuk dikunjungi.

Dengan rombongan Mahasiswa sosiologi pariwisata dan di dampingi oleh dosen pembimbing kegiatan ini, yaitu Ibu Laila Hayati, M.Si. Ada beberapa wisata di Desa Teluk Limau yang belum dikenal oleh masyarakat luar yakni, Pala Hill ( Bukit Pala), Siangau Beach (Pantai Siangau), Pantai Perantau, serta Balai Putri. Disini kita mengunjungi keberadaan wisata yang paling terkenal di Desa Teluk Limau yaitu Pantai Siangau.

Dengan letak Geografis yang begitu strategis, berada di Pulau Bangka tepatnya di Bangka Barat. Panorama pantai yang cantik menambah suatu destinasi yang sangat eksotis dengan pantai yang landai berpasir putih yang halus, ditambah dengan bebatuan granit pantai yang bear-besar, berlaut biru yang menenagkan, dengan ombak lautnya yang juga bersahabat ditambah dengan kerindangan pepohonan kelapa yang saling melambai-lambai bak sebuah sapaan manja terhadap para wisatawan yang mengunjungi. Sungguh pantai yang sangat Indah serta masih asri dengan lingkungan yang masih lestari.

Ada beberapa hal terkait wawancara yang saya lakukan bersama tim saya kemarin yakni wawancara mengenai Dampak Pengembangan Wisata Destinasi di Desa Teluk Limau. Kepada seorang Narasumber Bapak Ahmad Jamil, 42 tahun, warga Desa Teluk Limau selaku Tokoh Agama disana dengan sapaan Pak Mad Jamil.

Berbicara santai dan bersahabat dengan suguhan kopi yang hangat. Peneliti kemudian menanyakan menurut bapak Bagaimana Dampak positif perubahan yang terjadi terkait adanya destinasi wisata di Desa Teluk Limau.

“Berbicara mengenai dampak positif perubahan apa yang terjadi di Desa Teluk Limau ini ada beberapa aspek yang bisa kita lihat, baik itu dampak bagi sosial masyarakatnya, maupun dampak ekonomi masyarakat, serta ada juga dampak budaya bagi masyarakat maupun orang yng berkunjung kesini. Untuk pertama kita bahas dulu mengenai dampak sosial nya adalah, Desa ini menjadi lebih dikenal banyak orang, dari yang semula desanya sepi menjadi lebih ramai ini sendiri sudah mencerminkan adanya interaksi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar terhadap pengunjung disana yang berwisata”. Jawab lugas Pak Ahmad Jamil

Tak hanya sampai disitu, Pak Ahmad Jamil juga menambahkan bahwa. “ selain itu ada juga Dampak Ekonomi bagi Perubahan Desa Teluk Limau ini, terkhususnya dengan adanya pantai yang dimiliki oleh Desa Teluk Limau yaitu Pantai Siangau menambah daya tarik dan minat para wisatawan untuk berwisata ketempat ini. Bisa membuat masyarakat desa sini menjadi pelaku bisnis, yakni ada yang membuka warung nasi, membuka toko diujung jalan serta adanya biaya retribusi yang dilakukan oleh masyarakat Desa yakni dengan menyewa Pondok pantai, bisa menambah perekonomian Desa, uang Wc atau yang mau singgah bebilas, mandi segala macem, dan itu juga bisa menambah dana pemasukan Desa” begitulah tutur Pak Ahmad Jamil.


“Nah kalau kita melihat dari Dampak Perubahan Budaya, itu biasanya kita masih menjaga kearifan lokal ya, biasanya seringkali diadakan acara Rabo Kasan di Daerah pantai Siangau ini, dan ini jug bisa membawa perubahan dampak yang bernilai positif untuk masyarakat sekitarnya, jadi dengan kita masih melestarikan adat istiadat budaya kita, maka kita berdoa dengan tujuan agar lingkungan alam sendiri bisa bersahabat dengan manusia sekitarnya”. Begitulah Penjelasan santai yang telah di paparkan Pak Ahmad Jamil.


Disisi lain kita juga berkunjung kerumah warga dan singgah ke Kantor Desa Teluk Limau untuk berwawancara dan menanyakan hal-hal yang penting terakait Destinasi Wisata Teluk Limau. Kunjungan dan wawancara yang saya dan Tim lakukan di Perpustakaan Teluk Harapan Desa Teluk Limau yang kami lakukan kepada Ibu Rusmawati, umur 41 tahun, selaku Unit Pelayanan Desa dan Pengelola perpustakaan Teluk Harapan.


Pertanyaan yang saya berikan kepada narasumber yakni, “Menurut ibu Rusmawati adakah Perubahan Dampak terkait destinasi alam wisata teluk Limau yang belum ada dimiliki oleh desa atau hal-hal yang kurang bagi perubahan Desa Teluk Limau?”

“Baiklah disini menurut saya sendiri ada dua kemungkinn besar dampak negatif dan perubahan yang belum dimiliki oleh aset Desa Teluk Limau, yakni Tempat sampah, akses internet yang kurang, serta akses jalan yang bbelum sepenuhnya memadai. Kalau kita lihat sendiri dampak negatifnya itu adalah banyaknya sampah dilingkungan kita khususnya Desa Teluk Limau ini kita belum punya sama sekali tempat sampah atau tong sampah disetiap rumah masyarakat, itu sendiri biasaya sering kita bakar itulah cara utamanya, sedangkan disisi lain kita juga belum sepenuhnya mempunayai akses internet yang kurang akan sinyal, itu saja biasanya kita menggunakan Wifi dari Desa disaat sedang membutuhkan, karena di Desa kita sendiri bekum punya tiang tower itu saja kalau ada hanya di Bukit pala dan jau kalau kita harus mengakses sinyal disana, nah selanjutnya perubahan yang bekum seppenuhnya kita miliki yaitu akses jalanan yang berlobang-lobang dan kurang mendapatkan perhatian, itu saja jalan ke pantainya belum sepenuhnya di aspal, ada juga yangg masih tanah puru, tap dengan hal demikian kita masih bersyukur karena masih bisa punya destinasi alam dan pantai yang cantik”. Seperti itulah pungkas Ibu Rusmawati.


Dengan demikianlah perjalanan yang telah kami lakukan bersama teman-teman Sosisologi FISIP UBB,serta di dampingi oleh Dosen Pengampu Kegiatan pariwisata Kami yakni Ibu Laila Hayati, M.Si dengan kunjungan yang kami lakukan di Desa Teluk Limau semoga bisa menambah wawasan terkait kehidupan sosial masyarakatnya, serta bisa menambah pengalaman kami lagi dan jikalau ada waktu lain dikemudian hari semoga bisa berjumpa lagi dengan masyarakatnya yang ramah-tamah serta harmonis.***

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Terkait