by

Gagas Program “Police Go To School”, Polres Bangka Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Bahaya Narkoba di Beberapa Sekolah

Bangka, Swakarya.com. Kepolisian Resor (Polres) Bangka melalui jajarannya menggagas program Police Go To School dengan mendatangi beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Bangka untuk mensosialisasikan tentang bahaya kenakalan remaja hingga bahaya laten narkoba. 

Kabag Ops Polres Bangka AKP Faisal Fatsey, Selasa (16/7) sore, mengatakan, Polres Bangka lewat jajaran Polsek terus mensosialisasi kenakalan remaja dan bahaya narkoba kepada siswa siswi baru dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah. 

Seperti halnya yang dilakukan jajaran Polsek Puding Besar pada Selasa (16/7) di SMA Negeri 2 Puding Besar dengan memberikan materi terkait kenakalan remaja dan bahaya narkoba kepada peserta didik. 

Menurut Kabag Ops, saat kegiatan berlangsung, Kepala Sekolah SMAN 2 Pubes menyambut baik kegiatan tersebut atas sosialisasi yang dilakukan Polsek Pubes kepada peserta didik baru terkait kenakalan remaja dan bahaya narkoba. 

Sementara itu, Kapolsek Puding Besar, Iptu Abu Yazid menjelaskan, kenakalan remaja merupakan gejala alami yang dimiliki setiap manusia karena manusia memiliki sifat hendonisme, yaitu suka pada kesenangan. 

Untuk itu, Kabag Ops, Kapolsek Puding menghimbau kepada seluruh siswa siswa baru untuk menghindari rasa penasaran terhadap sesuatu hal untuk mencegah keingintahuan terhadap hal itu, misalnya narkoba. 

“Lewat materi yang diberikan, kita himbau mereka untuk tidak mencoba coba namanya narkoba, jangan terpengaruh kepada temannya, takut tidak keren dan tidak gaul lalu mencoba narkoba. Karena sekali mencoba, bisa ketagihan dan tidak bisa berhenti,” tuturnya.

Selain itu, Kabag Ops Polsek Puding Besar juga menegaskan kepada peserta didik agar dapat tertib berlalu lintas di jalanan dengan mentaati rambu rambu lalu lintas. 

“SIM atau Surat Izin Mengemudi merupakan hal wajib ketika seseorang ingin mengemudi. Jika SIM tidak ada, maka seseorang belum sah dikatakan sebagai pengemudi. Hal ini berlaku bagi semua pengendara, baik roda dua maupun roda empat,” katanya. 

Tak cuma itu saja, para peserta didik juga diminta untuk tidak kebut kebutan saat mengendarai roda dua di jalan raya. 

“Banyak masyarakat ingin cepat-cepat sampai di tempat tujuan sehingga tidak memperhatikan lampu lalu lintas. Bagi pengemudi roda dua atau roda empat, selalu perhatikan tanda-tanda rambu lalu lintas untuk keselamatan selama berkendara di jalan raya,” katanya. (Lio) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Terkait