Ada Permintaan Pulomas Hentikan Pengerukan Alur Muara Air Kantung, Sudi: Itu Aspirasi Nelayan ‘Abal-abal’

Bangka, Swakarya.Com. Terkait pengerukan alur muara Air Kantung yang kembali mendalami pendangkalan membuat sebagian warga yang mengaku sebagai nelayan melakukan aksi di depan muara Air Kantung.

Aksi yang dilakukan pada Senin (3/2) kemarin meminta Pulomas angkat kaki dari muara tersebut karena diduga tidak bisa mengatasi pendangkalan alur muara setempat.

Atas aksi yang dilakukan sekelompok masyarakat pada Senin kemarin direspon oleh sekelompok nelayan pesisir Sungailiat.

Menurut Sudirman, nelayan lingkungan Parit Pekir, ia menduga aksi yang dilakukan sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan nelayan itu bukan dilakukan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan tapi oleh warga yang tinggal di sekitaran pesisir daerah ini.

“Jadi aksi kemarin itu intinya bukan pelaut (nelayan, red), jadi ada apa ini. Jadi cukuplah kami nelayan ini dibodoh-bodohi dan orang luar jangan ikut campur,” kata Sudirman, Selasa (4/2).

“Aksi kemarin itu bukan nelayan, itu nelayan abal-abal atau nelayan TI,” tegasnya.

Karena menurut dia, atas pengerukan alur muara Air Kantung oleh PT Pulomas itu, nelayan setempat merasa terbantu karena muara yang awalnya dangkal dilakukan pengerukan oleh Pulomas sehingga muara yang dimaksud dapat dilalui perahu nelayan untuk melakukan bongkar muat.

“Kami ini yang nelayan murni dan kami merasa terbantu atas pengerukan alur muara air kantung oleh Pulomas ini. Kalau ada riak riak yang meminta Pulomas angkat kaki, apa mereka bisa mendatangkan perusahaan lain untuk mengeruk muara ini saat ini juga,” katanya.

Karena kalau Pulomas angkat kaki dan pemerintah harus menunggu pihak lain untuk melanjutkan pengerukan muara tersebut, nelayan akan dirugikan karena tidak bisa melakukan aktivitas bongkar muat di muara tersebut saat terjadi pendangkalan.

“Apa mereka yang aksi kemarin bisa mendatangkan perusahaan lain untuk mengeruk ini. Kalau bisa, kami minta hadirkan saat ini juga. Jadi jangan asal ngomong soal angkat kaki kalau tidak ada solusi. Karena selama ini hanya Pulomas yang bisa melakukan itu,” tambah Suahang.

Ditambah Suahang, pendangkalan alur muara Air Kantung yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh Pulomas yang tidak melakukan pengerukan tapi cuaca ekstrim yang melanda perairan laut wilayah ini diduga menjadi penyebab muara menjadi dangkal.

“Inikan karena faktor cuaca yang buruk dan saat dangkal, mereka (Pulomas) kembali melakukan pengerukan, bukan diam saja,” katanya.

Berbeda dengan Syarifudin, warga nelayan dua Sungailiat meminta kepada PT Pulomas untuk bekerja lebih maksimal dalam melakukan pengerukan alur muara Air Kantung.

“Kami mohon kepada PT Pulomas agar supaya muara air kantung jangan sampai dangkal sehingga nelayan dapat melakukan aktivitas bongkar muat tanpa hambatan,” katanya.

Karena menurut dia, harapan masyarakat pesisir daerah ini yang berprofesi murni sebagai nelayan hanya menginginkan alur muara Air Kantung tidak dangkal dan aktivitas berjalan normal.

“Kami tidak mau tau siapa yang ngeruk disana. Yang kami tau, kami nelayan ini masuk lancar, keluar lancar,” katanya.

Selain itu, Syarifudin juga meminta kepada pemerintah daerah ini dan perwakilan masyarakat duduk terpilih baik sebagai anggota DRPD maupun DPR RI membantu menyelesaikan permasalahan ini.

“Jangan cuma lima tahun sekali baru. Bahkan bapak Bupati, Gubernur hingga Menteri Kelautan pun harus melihat, jangan cuma janji janji saja. Malulah jadi Gubernur, malulah jadi Bupati, malulah jadi anggota dewan yang pernah dipilih oleh mereka,” katanya. (Lio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait