by

Rawan Kebakaran, Pemprov Babel Siagakan 7 Mobil Tangki Air

Volume Kebakaran di Babel Meningkat, dari sehari hanya terjadi 2 sampai 4 kejadian, saat ini, volumenya meningkatkan menjadi hingga 10 kejadian.

Pangkalpinang, Swakarya.Com. Sebagai upaya untuk mengantisipasi dan mengatasi peristiwa kebakaran yang sering terjadi akhir akhir ini akibat dari kekeringan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pemprov Babel menyiagakan sebanyak tujuh unit kendaraan yang terdiri dari 6 unit mobil tangki air, dan 1 unit mobil pemadam kebakaran.

Hal itu dilakukan sebagai langkah awal dalam menangani kebakaran dan kekeringan di Babel. Minggu (18/8/2019) petang, Satgas Kekeringan Pemprov Babel yang terdiri dari BPBD, Dinsos, Setda Babel, PMI dan Kwarda Pramuka Babel, menggelar Apel Siaga Kekeringan Perdana di Halaman Kantor BPBD Babel, di Air Itam, Pangkalpinang.

Gubernur Babel diwakili Kepala BPBD Babel juga menjabat Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Babel, serta Wakil Ketua Kwarda Pramuka Babel Bidang Abdi Masyarakat dan Penanggulangan Bencana, Mikron Antariksa, dalam arahannya saat memimpin Apel Siaga Satgas Pemprov Babel, menyampaikan, saat ini, volume kebakaran di Babel meningkat.

“Kalau beberapa waktu lalu dalam sehari hanya terjadi 2 sampai 4 kejadian, saat ini, volumenya meningkatkan menjadi hingga 10 kejadian. Atas kondisi itulah, Satgas Kekeringan mengambil langkah cepat dengan menggelar Apel Siaga di Internal Pemprov Babel yang melibatkan PMI dan Kwarda Pramuka,” kata Mikron yang diterima redaksi Swakarya.com.

Lebih jauh Mikron menyebutkan, selain siaga 6 mobil tangki dan 1 unit damkar yang telah berisi air, juga disiagakan tenaga lapangan terdiri dari BPBD, Dinsos (Tagana), PMI dan Kwarda Pramuka Babel.

“Para petugas siaga Satgas Kekeringan Pemprov ini, kita disiagakan 24 jam di Pos Satgas yang berada di Kantor BPBD Babel. Para petugas lapangan ini harus siap turun lapangan untuk mengantisipasi peristiwa kebakaran agar tidak meluas,” ungkap Mikron.

Satgas Kekeringan Pemprov Babel ini, dalam paparan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Babel, juga siaga terhadap adanya musibah kekeringan air yang dialami masyarakat Babel.

“Saat ini, Satgas sudah menerima permintaan bantuan air, seperti dari Pondok Pesantren di Puding Kabupaten Bangka, yang memiliki lebih kurang 300 santri. Satgas Kekeringan siap membantu permintaan tersebut,” tutur Mikron.

Miron menyebutkan, dari data yang ada di BPBD Babel, total desa atau kelurahan di Babel yang rawan terdampak kekeringan sebanyak 333 desa, yakni 128 desa atau kelurahan dengan tingkat bahaya tinggi, dan 205 desa atau kelurahan dengan tingkat bahaya sedang.

Oleh karena itu, Ia mengimbau masyarakat agar dalam kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini, dapat berpartisipasi dengan cara sebagai berikut:

Pertama melakukan penghematan dalam penggunaan air. Kedua, selalu menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman dari kebakaran. Ketiga, jangan membakar sesuatu tanpa dikendalikan. Keempat, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kelima, bantu petugas dengan turut serta memadamkan langsung api jika terjadi kebakaran.

Ketua PMI Babel, Abdul Fatah yang juga menjabat Wakil Gubernur Babel menyatakan, PMI Babel siap berkontribusi mendukung Pemprov Babel dalam menangatasi kekeringan yang terjadi.

“Kontribusi nyata kami yaitu dengan mengirimkan 1 mobil tangki yang selalu berisi dan tenaga 7 relawan yang bergabung dalam Satgas Kekeringan,” jelas Abdul Fatah.

Ketua Kwarda Pramuka Babel, Melati Erzaldi secara tegas juga mengatakan pihak telah mengirimkan bantuan untuk bergabung dalam Satgas Kekeringan Pemprov, berupa 1 unit mobil tangki air dan 5 anggota Pramuka.(rilis/SatgasKer Pemprov).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait