oleh

Mirzal Alwi: Siapapun Pelakunya, Kami Akan Tindak Tegas Pelanggaran Kejahatan Narkoba di Babel!

Sungailiat, Swakarya.Com. Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Mirzal Alwi, SIK mengatakan, ada 11 negara yang menyuplai aktif berbagai jenis narkoba di Indonesia. Untuk jenis sabu, China menjadi negara terbesar yang menyuplai barang haram tersebut ke Indonesia.

Mirzal menyebutkan, Singapura juga turut serta menyuplai narkoba ke Indonesia, namun negara tersebut tidak menjadi produsen yang membuatnya. Pemasok terbesar narkoba ke Indonesia adalah negara China, dengan memasok narkoba jenis sabu. Peringkat kedua pemasok terbesar narkoba ke Indonesia adalah negara taiwan.

Mirzal membeberkan permintaan narkoba di Indonesia sangat besar. Begitu juga dengan jaringan pengedarnya. Hal tersebut menjadikan persoalan narkoba di Indonesia menjadi sulit untuk ditaklukan. Keterangan tersebut diungkapkan oleh Mirzal pada saat menjadi narasumber pada kegiatan bimtek kepada lingkungan pemerintah yang diselenggarakan oleh BNN Kabupaten Bangka pada Selasa (18/02/2020) di Hotel Novilla Sungailiat.

“Terus di sini (Indonesia) ada upaya-upaya meregenerisasi pangsa pasar yang dilakukan oleh jaringan. Jaringan ingin selalu eksis laku,” ungkap Mirzal.

Mirzal juga mengungkapkan bahwa para jaringan narkoba memanfaatkan 10 persen dari hasil kekuatan penjualan narkoba itu untuk membiayai regenerasi pangsa pasar. Menurutnya hal tersebut menjadikan para pengguna narkoba di Indonesia tidak terputus.

“Dia kan harus ada regenerasi pangsa pasar, maka dia memanfaatkan 10 persen dari hasil penjualan narkotika untuk membiayai regenerasi pangsa pasar. Itu yang harus kita pahami,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia menjelaskan institusinya telah memprioritaskan pada tahun 2020 ini untuk melakukan pencegahan. Pencegahan akan digalakan satunya di lingkup terkecil masyarakat, yakni dalam lingkungan keluarga dan lingkungan pendidikan. Salah satu upaya pencegahan adalah pelaksanaan kegiatan seperti ini. Sosialisasi, bimtek, dan kegiatan lainnya yang bersifat memberikan edukasi kepada masyarakat luas terkait bahaya narkoba.

Sebagai bentuk edukasi, Mirzal membekali para peserta dengan materi-materi seputar pengungkapan kasus kejahatan terkait kejahatan narkoba di wilayah hukum Polda Babel.

Ia juga memaparkan track record tim Rajawali Polda Babel dengan menampilkan foto dan video hasil tangkapan berupa tersangka dan barang bukti kepada para peserta bimtek.

Mirzal menginformasikan kepada peserta bahwa selama ini hubungan baik dalam kerja sama dan koordinasi antara polri dan BNN sudah sangat baik. Hal ini dibuktikan sering dilakukan ungkap kasus secara bersama-sama dalam rangka menekan angka kriminal terkait narkoba khususnya di wilayah hukum Bangka Belitung.

Ia pun menegaskan, ia tak sungkan untuk bertindak tegas kepada siapapun yang melanggar kejahatan terkait narkoba di wilayah hukum Polda Babel. “Semua akan kami tindak tegas. Baik masyarakat sipil, pejabat maupun oknum polri pun akan kami tindak tegas sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tutupnya.

Penulis: Lio

banner 600250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait