oleh

Mempersiapkan ‘Buah Hati’ Hidup Mandiri Harus Mulai Ditanamkan Orangtua Sejak Usia Dini

Pangkalpinang, Swakarya.Com. Orangtua mana yang tidak bangga dan mendukung penuh ketika anak-anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, tapi sudah memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar hidup mandiri.

Hal itulah yang dirasakan oleh bu Dina Puspita Handayani, selepas kedua anaknya, dididik untuk belajar hidup mandiri melalui kegiatan kepramukaan Perkemahan Sabtu-Minggu Cinta Alam Indonesia (Persami CAI) yang digelar oleh Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Cabang Pangkalpinang beberapa hari yang lalu, Sabtu-Minggu (7-8/9/19), bertempat di bumi perkemahan Pemancingan Alam Desa Air Mesu, Kabupaten Bangka Tengah.

Menurut ibu tiga orang anak ini, mempersiapkan anak-anak untuk mandiri mulai dari usia dini harus mulai ditanamkan oleh para orangtua. Sebab, hidup itu tidak selamanya senang terus, ada masa di mana anak-anak tidak bersama orangtua dan harus berjuang bertahan, bahkan ada kalanya melawan rasa takut, melawan rasa malas, dan melawan rasa sedih.

“Untuk bisa terus berjalan tidak #putusAsa tentunya diiringi dengan terus berdoa dan beribadah kepada Alloh. Bersyukur adanya acara ini bisa melatih mental anak-anak ku yang terbiasa situasi yang ini itu ada mudah didapat, di sana (Perkemahan–red) mereka berjuang bertahan 2 hari untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka dari para pembina. Meski masih jadi ‘Anak bawang’ tapi alhamdulillah banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka dapatkan.

Alhamdulillah jazakumullohu khoiro SAKO SPN Pangkalpinang atas acara PERSAMI nya…. Jaya terus lancar barokah….,” tulisnya di akun Facebook miliknya yang dikutip Swakarya.Com, Rabu (11/9).

Respon positif tersebut pun terbilang wajar, sebab dari pantauan Swakarya.Com, setiap kegiatan kepramukaan yang diadakan oleh Sako SPN, selalu menekankan pada penanaman nilai-nilai keagamaan untuk mewujudkan generasi unggul yang memiliki nilai-nilai dasar Tri Sukses Generus, yakni faham terhadap ilmu agama, berakhlakul karimah, dan mandiri.

Praktek kemandiran menjadi salah satu fokus pembinaan yang disampaikan kepada para peserta pada saat Persami CAI berlangsung yang dikemas dalam berbagai kegiatan, seperti outbound, kegiatan masak-masak dengan bekal seadanya, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh pembinaan kemandirian, para peserta yang biasanya saat di rumah tinggal menikmati hidangan yang disajikan oleh orangtua mereka, pada saat Persami CAI, mereka diwajibkan untuk masak sendiri bersama dengan tim yang telah ditentukan oleh panita.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait