oleh

PT PLN Serahkan 2.000 Pohon, Gubernur Bersama Istri Tanam Pohon Perupuk di Kawasan Wisata Biodiversity Tanah Bawah

Puding Besar, Swakarya.Com. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, didampingi Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi, Kepala General Manajer PT.PLN Wilayah Babel bersama masyarakat Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Minggu, 24 November 2019.

Kehadiran Gubernur untuk melakukan penanaman pohon perupuk di Kawasan Wisata Biodiversity Sungai Upang, Desa setempat. Mengusung tema “Menanam hari ini menuju hari esok yang lebih baik”, kegiatan penanaman pohon bertujuan untuk penghijauan kawasan wisata Biodiversityi di hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2019.

Diprakarsai PT. PLN wilayah Babel, hari penanaman pohon dihadiri Kepala OPD Provinsi, Kabupaten Bangka, PLN, Kades Tanah Bawah beserta jajaranya, masyarakat, anak – anak, dan lembaga Kampung Dongeng Babel.

Gubenur disela-sela kegiatan Hari Menanam Pohon berharap, apa yang ditanam pada hari ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Babel, khususnya masyarakat di lokasi wisata.

“Semoga pohon yang kita tanam bermanfaat bagi masyarakat, bagi bumi. Kita lestarikan bumi dan alam kita di kawasan wisata ini, akan berkembang dan terpelihara menjadi kawasan wisata,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur juga mengharapkan kawasan wisata Biodiversityi Sungai Kupang menjadi kawasan yang betul-betul dijaga, berkembang dan menjadi kawasan wisata kebanggaaan masyarakat Suangai Kupang.

“Kalau masalah lingkungan, PLN sangat luar biasa selama lima tahun ini, menanam bakau di suatu lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, General Manajer PT. PLN Cabang Wialayah Bangka Muklis menjelaskan, sebagai bentuk komitmen perusahan di bidang lingkungan hidup, pada tahun 2018 PLN telah menanam sebanyak 42.200 pohon, pada tahun 2019 PLN telah menanam pohon sebanyak 1.450 yang telah tersebar di wilayah Babel.

Di kawasan wisata Biodiversityi ini, lanjutnya, PT PLN akan menanam sebanyak 2.000 pohon, diantaranya pohon kayu perupuk, nyatoh, ubak, bambu dan 9 spesies anggrek khas Babel.

Solitrab mewakili Ketua Yayasan Kebon Raya Indonesia mengungkapkan, tanpa pohon tidak ada kehidupan, sebab pohon menghasilkan oksigen, pohon juga menampung air di dalam tanah, pohon mengatur ikllim, dan pohon juga menghasilkan obat-obatan tradisional.

“Kedatangan saya ke sini, karena mendapatkan hadiah Alkapataruh,” tuturnya.(Rilis/humasprov).

Editor : Tahir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait