oleh

Levie Octoriza Anggap Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Di Sekolah Di Belitung Terlampau Cepat

Belitung, Swakarya.Com. Pemerintah Kabupaten Belitung umumkan Kegiatan Belajar mengajar kembali di buka pada 15 Juni 2020. Peserta didik akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar dengan sistem tatap muka tanpa harus menggunakan metode daring kembali.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh dalam rapat pembahasan tentang aktivitas di sekolah khususnya di tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP di wilayah Kabupaten Belitung pada Kamis (28/05).

Dalam agenda tersebut yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan , Plt. Kepala Dinas Kesehatan, serta Camat se Kabupaten Belitung menghasilkan keputusan untuk memulai kebijakan New Normal pada 15 Juni nanti khususnya di ranah pendidikan.

Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Belitung itu sendiri. Mengingat, Kabupaten Belitung kembali menjadi zona merah setelah beberapa pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Untuk itu, Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB) Cabang Belitong mengambil sikap atas kebijakan yang disampaikan oleh Bupati Belitung. Levie Octoriza selaku Ketua Umum IKPB Cabang Belitong menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Hal tersebut didasari oleh adanya pasien positif COVID-19 baru-baru ini.

“Seharusnya Pemkab melakukan kajian mendalam terkait kebijakan tersebut hal-hal apa saja yang perlu disiapkan jika proses belajar mengajar disekolah diterapkan kembali. Yang perlu diingat bahwa Kabupaten Belitung masih belum aman atau belum berada pada zona hijau, keputusan ini perlu dipikirkan matang demi keselamatan para guru, peserta didik, dan pegawai lainnya,” ujar Levie dalam menyikapi diberlakukannya kembali kegiatan belajar mengajar dalam kondisi saat ini.

Levie juga menekankan bahwa keputusan ini perlu dipertimbangkan lagi, karena bisa saja terjadi penularan virus terhadap peserta didik.

“Pemerintah daerah harus super hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan ini. Keselamatan semua Pihak baik itu para guru, siswa-siswi dan pegawai sekolah harus menjadi pertimbangan utama pemerintah yang telah memgambil keputusan ini,” tutur Levie.

Penulis : Ari Hidayat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait