by

LDII Babel Kerja Sama dengan Pemprov dan BPTP, Tanam Tiga Komoditas Pertanian di Bangka Tengah

*Cikal bakal kawasan perbenihan

Koba, Swakarya.Com. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Babel melakukan penanaman perdana komoditas kopi, kapulaga, dan cabe jamu di Desa Nibung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, Kamis, 29 Juli 2021.

Kegiatan yang diinisiasi oleh LDII dan BPTP Babel itu sekaligus menandai dimulainya rencana perbenihan ketiga komoditas pertanian tersebut ke depan di lokasi itu.

Gubernur Erzaldi Rosman berharap keberadaan lokasi perbenihan ketiga komoditas pertanian itu dapat memberikan banyak alternatif bagi petani dalam memilih jenis usaha tani ke depan.

“Insya Allah ini nanti akan dimasifkan lagi sehingga bisa menjadi alternatif bagi petani untuk memilih komoditas pertanian yang akan mereka tanam,” ujar Erzaldi.

Erzaldi memuji kegiatan dan rencana perbanyakan benih ketiga komoditas tanaman tersebut.

Apalagi tanaman kopi menurutnya memang akan dikembangkan pada sejumlah kabupaten sebagai komoditi unggulan Babel.

“Insya Allah tahun ini kita sudah mulai mengembangkan kluster kopi pada beberapa kabupaten. Kita berharap tindak lanjutnya ke depan, kopi ini betul-betul bisa menjadi salah satu komoditi yang bisa kita andalkan dan sekaligus dalam kebun tadi akan kita kembangkan kapulaga dan cabe jamu,” ujar Gubernur Erzaldi.

Bahkan ia menambahkan, bahwa ketiga komoditas itu sudah ada calon pembelinya.

“Ini luar biasa mengkolaborasikan tiga komoditi dalam hamparan yang semuanya adalah cikal bakal pembibitan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman berharap masyarakat ke depannya bisa memanfaatkan lokasi ini untuk belajar teknologi pertanian khususnya tiga komoditas yang sedang dikembangkan ini.

“Pemda siap mendukung kegiatan ini, tadi sudah saya sampaikan dengan Prof Rubiyo bahwa kalau bisa jangan tanggung-tanggung, kita siapkan 500 hektar lahan pertanian agar bisa lebih fokus dalam mengembangkan tiga komoditas ini. Lahan di sini sebagai tempat pembibitannya, setelah bibitnya banyak nanti nanamnya di sana (lahan 500 hektar, red),” ujarnya.

Peneliti Utama Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Prof Dr Ir Prof Rubiyo, M.Si yang mendampingi Bupati Bangka Tengah saat diwawancarai awak media mengatakan, lokasi di sini fokusnya untuk pembibitan dan pengembangan teknologi pertanian karena keterbatasan luasnya lahan, “jadi kalau orang mau belajar sambil berkebun, di sini tempatnya,” tuturnya yang juga Ketua DPP LDII.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Babel Ari Sriyanto menyampaikan, kontribusi LDII bukan hanya ditujukan untuk kalangan internal LDII, tapi untuk seluruh masyarakat di Bangka Belitung.

“Kebetulan memang kami yang ingin memulai terlebih dahulu sebagai pioner karena biasanya kalau sudah ada contoh sukses, masyarakat akan mengikuti,” tuturnya.

Kepala BPTP Babel Dr. Suharyanto berharap, hubungan baik dan sinergi yang sudah terjalin dengan LDII dapat terus ditingkatkan sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Babel.

“Kami siap untuk mendukung dan mendampingi program ini. Harapan kami bibit kopi yang diberikan dua tahun sudah panen dan dapat dirasakan hasilnya untuk masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait