oleh

KOPRI PC Bangka Gelar Sekolah Islam Gender

Bangka, Swakarya.Com. Koprs PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang (PC) Bangka mengadakan kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) dalam mewujudkan revitalisasi gerakan KOPRI dalam membentuk kepekaan isu gender di era new normal.

Kegiatan SIG tersebut diikuti sebanyak 23 orang, yang berlangsung di Kace Timur Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka pada Sabtu 12 September 2020.


Kegiatan SIG tetap memperhatikan dan melaksanakan protocol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai Coroma Virus Diases (COVID-19), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak dan memakai masker. Kegiatan SIG di buka secara resmi oleh Sahabati Vitaloka selaku ketua KOPRI PC Bangka.


Sahabati Vitaloka selaku Ketua KOPRI PC PMII Bangka mengatakan, sebagai wadah kader perempuan, KOPRI PMII menyadari perannya sebagai khalifatullah fil al-ardl dan keberadaannya akan menjadi rahmat bagi segenap alam. Karenanya keberadaan KOPRI PMII harus mampu mengambil posisi dalam problem kaum perempuan saat ini.


“Penguatan intelektual merupakan tugas bersama dalam organisasi KOPRI PMII, dalam membangun kapasitas kader kegiatan SIG menjadi wadah dalam mendidik individu untuk memiliki komitmen dan loyalitas yang tinggi kepada organisasi demi terwujudnya kesejahteraan Indonesia,” tuturnya.


Sahabati Vitaloka kembali melanjutkan, organisasi bagi seorang kader adalah ruang pendidikan dan ruang belajar agar masing-masing individu selalu siap ketika menghadapi kehidupan di masyarakat.


“KOPRI merupakan badan semi otonom PMII yang merupakan organisasi kader, secara otomatis mempunyai tanggung jawab dalam mencetak kader-kader yang berkualitas, kualitas itu berupa intelektualitas, kemampuan dan kreatifitas yang harus dimiliki kader-kader perempuan PMII, sesuai yang dicita-citakan organisasi,” imbuhnya


Sementara itu, Paula Rosa selaku Ketua Pelaksana SIG mengatakan, kegiatan SIG Tahun 2020 dapat memberikan penyadaran bahwa pemahaman Islam dan Gender sangat dibutuhkan oleh anggota PMII Putri agar peka dan sensitif Gender terhadap permasalahan perempuan.


“Revitalisasi gerakan kopri di Bangka perlu di lakukan kembali untuk membentuk kepekaan isu gender di era new normal saat ini, sehingga KOPRI di PMII lebih peka dengan isu-isu gender yang terjadi. Harapan saya kedepan akan muncul gerakan-gerakan perempuan dalam menanggapi isu gender, khususnya tentang isu kekerasan seksual pada anak yang ada di Bangka Belitung,” Tegasnya. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait