oleh

KNPI Babel Dimata Kaum Milenial, Soal Hari Sumpah Pemuda

Penulis: Septiar Andrilaransyah
Demissioner Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat Bangka Periode 2018-201

Swakarya.Com. Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Tahun 2020, mengadakan kegiatan penenggelaman 92 buah terumbu karang buatan berbentuk virus Corona, yang bertempat di pulau ketawai Desa Kurau kabupaten Bangka Tengah beberapa waktu yang lalu.


Kegiatan penenggelaman terumbu karang buatan dikuti oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Ketua Kwarda Pramuka Bangka Belitung Melati Erzaldi , Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI Haris Pertama, dan Ketua DPD KPNI Kabupaten/kota se Babel.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk semangat pemuda dalam upaya menjaga dan melestarikan habibat laut Bangka Belitung.

Ketua DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Irham menyebutkan, pemuda merupakan seseorang yang penuh dengan ambisi, semangat, penuh dengan idealisme dan harapan-harapan sebagai agen perubahan, untuk membawa bangsa Indonesia lebih baik. (Sabtu 31/10/2020) lalu.

Peringatan HSP yang ke 92 terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, hal tersebut disebabkan oleh pandemi Corona Virus Diases (COVID-19) yang belum selesai.

Irham menyampaikan gagasannya terkait peran pemuda dalam penanganan wabah COVID-19 dan pemulihan ekonomi, beliau mengatakan para pemuda khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, banyak yang turun ke Satgas-Satgas COVID-19.

Aktif menyebarkan himbauan protokol kesehatan di media-media sosial, baik di status WA, Facebook, Instragram, twitter serta mereka juga tidak sungkan-sungkan untuk mengingatkan teman-temannya yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Hal itu mereka lakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.


“Bisa kita lihat ketika kasus pandemi ini mulai viral, anak-anak muda kita lansung menggiatkan pemasaran-pemasaran produk melalui online, anak-anak muda kita menciptakan aplikasi-aplikasi baru baik di Bangka Belitung maupun di nasional, untuk membantu para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam memasarkan produk mereka. Anak-anak muda juga yang membuat usaha-usaha baru serta terobosan baru, agar ekonomi kita segera bangkit,” Imbuhnya.


Irham mengungkapkan pendapatnya terkait tema Hari Sumpah Pemuda yang di gagas oleh KNPI Pusat, yaitu beberapa waktu belakangan demo besar-besaran terajdi, para tokoh bangsa kita saling ribut, politik kita bergesekan bahkan berbenturan.

Menurutnya KNPI secara nasional menyerukan rekonsilasi yang bertujuan mengajak semua tokoh bangsa Indonesia untuk duduk bersama, dan sadar bahwa kita merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang didalamnya terdapat 3 element sumpah pemuda yaitu, bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa yang satu.

“Seharusnya kita menghindari keretakan, apalagi sampai bentrok-benrtrok kan, mari kita duduk bersama-sama mana yang kurang kita bahas bersama-sama, kepentingan bangsa kita utamakan dari pada kepentingan politik, kepentingan pribadi maupun golongan,” ungkasnya

Makna HSP yang ke 92 juga diutarakan oleh beliau kepada semua element bangsa, bahwa bangsa kita tidak akan pernah merdeka tanpa penyatuan di hari sumpah pemuda tersebut, nafas perjuangan kita berawal dari masing-masing tiap daerah melawan penjajahan sendiri, Bali, Jawa, Papua, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi mereka berjalan dngan caranya mereka sendiri.

Ketika mereka melakukan kongres pemuda yang satu dan pemuda kongres yang ke dua maka disuarakan bahwa kita harus sadar dan kita harus bersatu, untuk bisa kuat melawan penjajahan


“Dengan memepringati hari sumpah pemuda yang ke 92 tahun harapan saya, kepada kita semua terutama anak muda untuk sadar bahwa kita merupakan bagaian dari bangsa Indonesia dan tidak boleh di pecahkan, harus satu, kalau anak muda kita pecah maka bangsa ini akan goyah,” ungkapnya.


Irham juga menyampaikan seorang kaum muda dalam mengambil sikap, mengambil langkah dan mengeluarkan kata-kata, mereka mendapatkan berdasarkan informasi yang di terima, mereka mendapatkannya dari mata dan dari telinga baru keluar dari mulut dan tulisan tangan mereka, informasi –informasi yang beredar tidak mampu difiilter oleh anak muda.

Namun tidak sedikit juga anak-naka muda kita yang sudah mampu untuk menfilter informasi tersebut.


“Kita pasti mengetahui mana berita yang hoax dan mana berita yang benar. Tetapi anak muda sekarang masih yang ada yang mengsahre berita yang tidak mengetahui asalnya dari mana, jadi kami selalu berupaya untuk kita padamkan informasi hoax ini. Angar anak muda kita tidak di berikan informasi yang salah dan keliru,” tuturnya

Irham berpesan kepada semua pemuda Bangka Belitung harus sadar bahwa kita adalah bagian dari tegaknya NKRI, runtuhnya anak muda berarti runtuh juga negara ini dan majunya bangsa ini juga tergantung anak muda.

“Kita adalah agent perubahan yang bisa mengubah bangsa ini lebih baik, bangsa yang lebih maju dan bangsa yang bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya,” katanya.

“Dengan kesadaran itu maka lupakan perbedaan, jadikan perbedaan sebagai kekuatan, kuatkan kapasitas diri, raih pendidikan setinggi mungkin, bangun komunikasi dengan semua orang, serta menjaga tutur kata dan etika, agar menjadi manusia pancasila sejati untuk membangun bangsa Indonesia,” tutupnya***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait